Balada Indonesia

14.500 rupiah harga mati pencekat ekonomi

Setahun berselang terjun bebas ke bumi

Entah sampai kapan jatuh ke permukaan,

Mengguncang kami rakyat jelata yg tak mengerti apa-apa

 

Satu tahun berjalan angka tujuh bertahan

Tak ada persoalan, tenang melenggang layaknya air telaga

Hening..sepi tenang sekali

Tak ada ribut sana-sini pandai sekali meredam bunyi

Ucapnya seperti sabda yg menenangkan hati

Padahal, Nol Besar tak terbukti

Tapi entah kenapa sekali lagi, sepiā€¦

Tak ada persoalan, tenang melenggang layaknya air telaga

 

Kau tahu..,

Sebentar lagi tikus berdasi merdeka

Dengan adannya RUU KPK

Adakah suara??

Sekali lagi, sepi

Tak ada persoalan, tenang melenggang layaknya kerbau bisu

Kami rakyat biasa tak mengerti apa-apa

Hanya mengerti mencari sesuap nasi tuk esok hari

Dan terima jadi. Dengan adanya KIS, KIP, KTP atau apalah namanya..

Tanpa mengerti kemungkinan pembodohan terjadi

 

Pemimpin kami tak buta

Iapun tak tuli mendengar kami

Mungkin hatinya belum terbuka mendapat cahaya

Yang sayangnya cahaya itu tak akan masuk sebelum ia bersuci diri

Barulah nampak kebenaran yg terjadi dengan cahaya itu

Terang benderang menyingkap penglihatan sebab asap

Ekonomi tak pasti

Tragedi sana sini serta Moral rakyat yg terlewat sangat.

Sampaikapan tuan membawa kami terombang-ambing

Tidak ada kepastian hanya berharap angan

Miskin harta tidaklah mengapa

Tapi kini kamipun miskin iman serta akhlak

 

Bertubi-tubi musibah hilir mudik menimpa negri ini

Berharap tuhan belum murka terhadap kita semua

Karena ridho dan kasih sayang-Nya kita masih diberi karunia

Sebelum terlambat masa pengahabisan datang

Pupuk cahaya dalam setiap insan bangsa

Menuju hakikat sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *